Osaka Part 2: Dramatisnya warna-warni Musim Gugur di Osaka Castle

IMG_3149.jpg

Musim gugur adalah masa transisi. Masa peralihan dari musim panas menuju musim dingin. Masa dimana daun-daun berguguran dengan indahnya, masa dimana udara hangat mulai berganti dengan hembusan angin dingin. Dedaunan mulai berganti warna, menguning dan memerah dengan megahnya. Jika diibaratkan dengan masa cinta manusia, musim gugur itu seperti masa transisi dimana tangisan sakit hati mulai terlupakan, masa dimana hati yang terluka mulai terobati oleh waktu. Masa dimana move on menjadi terasa ringan, dunia kita mulai memunculkan warna baru dan mulai bersinar kembali.

The trees are about to show us how lovely it is to let the dead things go – Mayaelious

IMG_2839
The beautiful “Yellowish” tree

Buat saya yang merupakan manusia yang hidup dan tinggal di negara tropis, menikmati musim gugur merupakan sebuah peristiwa langka yang akan selalu terekam dalam memory. Cantiknya warna-warni dedaunan menjadi sebuah moment yang sayang untuk dilewatkan. Pengalaman yang terekam cantik sewaktu hendak menuju ke Osaka Castle. Musim gugur di Jepang yang berlangsung singkat dari September sampai November, sudah terasa sangat dingin bagi saya (sekitar 7 derajat Celcius saat itu). Namun dingin nya cuaca tak mampu mengalahkan hasrat untuk mengabadikan tiap view dan moment indah disini. Just grab your camera and shoot! Berjalan di tengah-tengah daun berguguran seakan membuatmu sedang berada dalam dunia Slow-mo, semua terasa lambat nan dramatis layaknya scene percintaan ala drama-drama Korea.

Yak Drama Korea! meskipun saat ini sedang berada di Jepang. Mengapa Korea? karena drama Korea saat ini lebih happening dibanding Drama Jepang yang seakan hilang gereget nya dibanding drama-drama Korea tenar semacam Goblin, Scarlet Heart Ryeo, Legend of the Blue Sea dan Kim Bok Joo. Saya masih ingat bagaimana jaman masih remaja akil balig dulu, drama Jepang yang populer dengan sebutan J-drama begitu populer di negara kita. Tak hilang dalam kenangan bagaimana saya terharu dengan mata berkaca-kaca saat melihat akting Takuya Kimura di drama Long Vacation, Love Generation, Beautiful life, dan Good Luck. Akting natural yang seakan tidak sedang berakting dengan wajah alami tanpa operasi plastik, tubuh yang normal tidak terlalu tinggi ala orang Jepang sekitar 170cm-an, jauh kalah tinggi jika dibandingkan dengan Gong Yoo maupun Lee Min Ho yang bertubuh tegap menjulang ke angkasa mencapai 187cm. Menonton Takuya Kimura membuat rasa percaya diri saya seakan terpompa, seakan memiliki teman sepenanggungan, yang bisa jadi bahan perbandingan dan pembelaan diri. Dalam hati kecil saya berkata “Tuh, ga harus tinggi kaya Lee Min Ho untuk jadi KEREN!” Dengan ketidaksempurnaan nya, Takuya tetap terlihat cool berkharisma. Bagaimana kisah dalam tiap drama nya bisa membuat orang yang menonton bikin ga sabar untuk menunggu kelanjutan episode nya. Meneteskan air mata saat menonton drama menjadi kesenangan dan hobi tersendiri, semacam refreshing jiwa dan pelepasan hormon kesedihan. Membuat kita lupa sejenak akan masalah di dunia nyata. Entah mengapa drama Jepang saat ini seperti tak terlihat, kalah pamor dan terlibas oleh banyaknya K-drama dan K-pop. Dan memang harus diakui, drama Jepang saat ini kurang greget dibandingkan masa lalu. Drama Korea lebih bisa menghadirkan cerita baru yang segar dan super kreatif, cerita yang belum pernah ada sebelumnya, scene yang seru, adegan romantis dengan background soundtrack mendayu-dayu yang bisa me-mellowkan biji dan membuat hati Tercyduk.

Tak semua cerita berakhir dengan Happy Ending, tapi disitulah letak keasyikan tersendiri dari nonton drama, jalan cerita yang sulit ditebak, sedih ngeselin tapi bikin nagih.

IMG_2848

Mengawali perjalanan, saya juga sempat breakfast Rikuro Cheese Cake, salah satu cheese cake brand selain Pablo, yang paling enak dan wajib kamu cobain saat berada di Osaka. Tekstur nya yang super lembut dan kentalnya cheese yang seperti bantal fluffy meleleh dimulut, bikin kue ini begitu saja lenyap disantap. Yang membedakan cheese cake ini dari Pablo adalah tekstur yang ga terlalu meleleh kaya Pablo. Kalau adonan keju pada Cheese tart Pablo sengaja dibuat setengah matang sehingga lebih creamy dan meleleh. Sedangkan Rikuro, lebih membuntal kaya bantal kapas. Perpaduan antara krim keju dan margarin membuatnya seperti kenyol-kenyol di mulut. Neneners abis! Mirip dengan Uncle Tetsu yang baru buka gerai di Jakarta. Cake yang sebenarnya sudah saya beli di malam sebelumnya, namun karena kekenyangan jadilah saya baru menyantapnya pagi itu. Dan rasanya tetep masih luar biasa nikmat.

Rikuro Cheese Cake Namba Location

IMG_2816
It’s so fluffy i’m gonna die

Akhirnya sampailah saya di depan pintu gerbang Kekaisaran nan Kemaharajaan Jepang Ōsakajō 大阪城. Perasaan takjub dan kagum tak dapat dihindari saat melihat kemegahan dan kecantikan istana ini. Osaka Castle merupakan salah satu landmark paling terkenal di Jepang dan memainkan peran utama dalam penyatuan Jepang di masa lalu selama abad keenam belas. Berdasarkan si Wiki pintar alias Wikipedia, Castle ini dibangun pada tahun 1583 namun baru pada tahun 1931 bentuk bangunan ini selesai sempurna. Bisa dibayangkan berapa hebatnya manusia di masa lalu. Bangunan bersejarah yang dibangun dengan keringat dan kerja keras bertahun-tahun. There is no shortcut for success! Castle ini memiliki masa lalu yang penuh gejolak yang membuatnya hancur dua kali. Sekali pada tahun 1615 ketika terjadi perang dan kedua pada tahun 1665, waktu terjadi kebakaran akibat tersambar petir. Osaka Castle sempat terlupakan beberapa saat, dan baru pada tahun 1997 benteng yang bermasalah itu pulih dari luka bakar dan berdiri kokoh dengan segala kedigdayaannya. 

Tiba pada saat yang tepat, di cuaca yang tepat, benar-benar menyenangkan. Sinar cahaya matahari di siang hari membuat Osaka Castle terlihat begitu cinematic dengan cerahnya background langit biru. Lighting yang pas membuat hasil foto yang saya jepret terlihat begitu indah walaupun hanya dengan menggunakan iPhone.

IMG_2910
The Majestic Osaka Castle
IMG_4474 2
Steve Kimura in Mannequin challenge

Mengenai akses menuju tempat ini, biaya masuk serta jam buka dan tutup, kalian bisa klik link ini Osaka Castle Access, Hours and Fees

IMG_3096

IMG_3074.jpg

Pengambilan foto tidak diperbolehkan pada bagian tertentu di dalam Osaka Castle dimana peninggalan asli yang ditemukan dari Castle dipajang. Untuk beberapa bagian, fotografi diperbolehkan. Bagian yang diperbolehkan untuk difoto menampilkan tempat di mana sejarah kastil diceritakan melalui serangkaian hologram dan patung kecil, tampilan yang mencoba menggambarkan pertempuran hebat yang terjadi di Osaka pada masa lampau. Betapa bersyukurnya saya hidup di era ini, era dimana saya bisa menikmati kehebatan Internet, melakukan apa saja melalui iPhone saya, pesen makanan lewat Go-Food, pergi kemana saja dengan bebas tanpa hambatan berkat bantuan Google Maps. Nenek moyang kita sudah membayar harganya demi kita dengan pertempuran gagah berani sehingga kita bisa tinggal di negara dimana kita bisa bebas melakukan apa yang kita inginkan. Jika membayangkan diri saya hidup di masa lalu, tanpa listrik dan tanpa WiFi, saya bisa mati kebosanan, gimana caranya main Playstation? gimana cara nya upload foto di Instagram? gimana cara nya coba jelaskan? Jika saya hidup di era perang mungkin saya sudah tewas kena tujeb. Jleb!

IMG_3084

Begitu sampai dipuncak Osaka Castle, saya seperti tersihir dengan picturesque view layaknya kanvas lukisan alam dibawah langit biru yang sangat indah pada hari itu, Sudut pandang yang begitu nyaman untuk dinikmati dengan pemandangan warna pepohonan disepanjang jalan diantara evolusi gedung-gedung pencakar langit modern, menyatu dengan indahnya sejarah dan budaya di Osaka Castle.

IMG_2833
Osaka Castle Park

IMG_3129

Disekitar Osaka Castle terdapat taman yang begitu luas, disepanjang jalan banyak orang melakukan me time dengan berolahraga jogging ataupun bersepeda. Sesuatu yang sangat saya rindukan di negara ini. Memiliki taman yang indah bersih dan nyaman sehingga bisa melakukan aktifitas bebas. Keluar sejenak dari kepenatan pekerjaan, berolahraga tanpa harus diserempet motor dari belakang, sembari menghirup udara segar dan menikmati pemandangan alam yang menenangkan jiwa. Somehow, i believe my country is getting better. We’re still on the way. Dramatis nya Summer abadi dengan debur ombak pantai dan sunset di Bali ga kalah dengan dramatis nya musim gugur di Osaka. Murahnya makan di lesehan Jogja sembari duduk ngangkang merupakan keasyikan tersendiri. Harum nya rendang yang habis dimasak, nikmatnya soto, sate, rujak, dan renyahnya ikan gurame bakar dicocol sambel pete ga kalah dengan segernya Sushi ataupun empuknya Kobe Beef di Jepang. Every country has their own beauty, just like every season.

“Travel shows you all the flaws in your own country, but makes you love it all the more.” – Robert Ripley

Advertisements

Osaka Part 3: Gemerlap Jiwa yang Membuncah Dompet dan Perut di Dotonbori

IMG_2750
Gyoza – Japanese Dumplings

Kemegahan papan reklame iklan yang nyeleneh, unik, nan kreatif menyambut kedatangan kami di Dotonbori pada malam itu. Atmosphere eksentrik dengan neon lights besar, lucu nan mencolok seakan membangkitkan jiwa muda kami. Mulai dari kepiting dan cumi-cumi raksasa, pangsit goreng segede gaban (gaban aja ga segede ini),  sampe muka penjual pangsit ala sumo lagi nyengir emosian. Dan jadilah plank-plank ini menjadi trademark daya tarik dan ciri khas dari Dotonbori, yang merupakan salah satu tempat tujuan wisata bagi turis seperti saya. Sepanjang sisi kanan kiri jalan dipenuhi dengan sejumlah restoran terkenal maupun jajanan snack street food yang menawarkan berbagai hidangan masakan Jepang tradisional ataupun yang di-modif kekinian. Saya, Yan dan Aping yang sedikit kelelahan setelah bermain sepuas-puasnya di Universal Studios Jepang pada hari itu, seakan disemangati dan disegarkan oleh pancaran cahaya yang ditampilkan oleh neon lights. Dan tentu saja, kami dibuat semakin lapar dan tergiur tak sabar ingin mencicipi makanan yang ada disini. Selagi berjalan-jalan mencari makanan apa yang ingin dicoba, kami seakan tersihir oleh begitu hidupnya pusat hiburan malam, dan shopping center disepanjang kawasan ini.

IMG_2744.jpgIMG_2725IMG_2747

Harum yang keluar dari Takoyaki yang sedang dimasak memanggil kami untuk menghampiri kedai Takoyaki Creo-Ru. Kedai Takoyaki yang sebelumnya sempat saya browsing dan masuk daftar check list untuk dicobain. Creo-Ru terkenal sebagai salah satu penyaji Takoyaki terenak di Osaka. Takoyaki merupakan nama makanan asli khas daerah Kansai Osaka Jepang, berbentuk bola-bola kecil yang dibuat dari adonan tepung diisi potongan cumi-cumi di dalamnya. Takoyaki biasanya dijual sebagai jajanan di pinggir jalan untuk dinikmati sebagai cemilan. Takoyaki ini dijual dalam bentuk set dengan 1 set biasanya berisi 5-8 buah disajikan di atas lembaran plastik berbentuk perahu yang bisa langsung kita santap pas lagi anget-angetnya. Octopus Balls atau Biji cumi yang membuat lidah dansa clubbing ajib-ajib. Kelembutan dan kesegaran cumi nya memang tiada dua nya, berbeda sama takoyaki-takoyakian ala ala di Indo. Ibarat makan masakan manado di New York, walaupun saya belum pernah ke New York. Intinya masakan lokal akan terasa lebih nikmat jika kamu nyobain di tempat asal dimana mereka dilahirkan. Cita rasa dan kenikmatan yang original yang sulit untuk ditiru.

Originals is never finished – Adidas

IMG_2746
Creo-Ru Takoyaki Okonomiyaki Restaurant Map Location
IMG_2732
Takoyaki atau dikenal dengan nama Octopus Ball alias Biji Cumi-cumi! dengan topping saos tomat dan sambal, mayonaise, dan daun bawang iris diatasnya. Membuncah ruah!

Kamipun sempat galau karena Mizuno tutup pada hari itu, yang merupakan salah satu restaurant Okonomiyaki legendaris di Osaka. Akhirnya kami memutuskan untuk balik ke Creo-Ru dan nyobain Okonomiyaki-nya yang ternyata juga udah super enak dan membuat kami puas menggelinjang malam ituOkonomiyaki adalah makanan signature khas Jepang dengan bahan tepung terigu yang diencerkan dengan air, ditambah kol, telur, daging bisa cumi-cumi ataupun pork diaduk jadi satu dan digoreng di atas penggorengan datar aluminium yang disebut teppan. Dalam bahasa Jepang, okonomi berarti “suka-suka” dan yaki berarti “panggang”. Sesuai dengan namanya, topping okonomiyaki bisa disesuaikan dengan selera. Isinya banyak banget mulai dari yang khas sampai kekinian, mulai dari irisan daging sapi, babi, kerang, udang, cumi, kimchi, mochi, kimcil, unyil sampai pentil kinyil-kinyil (ok bagian terakhir bahasanya sedikit kelewatan). Selain itu kita bisa menggoreng sendiri Okonomiyaki ini di atas meja, namun karena kita turis asing yang baru mengenal Okonomiyaki, daripada hasil gorengan kita jadi babak belur mendingan kita manut aja dengan bantuan juru masak restoran.  Sentuhan krim lembut seperti Mayonnaise dan dan manisnya saus serta cumi yang gurih membuat rasa harmonis yang nyess di mulut. Dilengkapi dengan segelas Beer, malam itu membuncah menjadi Tsugoiiii Kimochi! 

IMG_2739
Creo-Ru’s Okonomiyaki. Crunchy dan renyah di bagian luar, campuran cumi, telur, mayonnaise, dan saus yang melt dimulut di bagian dalam. Savage!
IMG_2738
Yamie Okonomiyaki biar bikin kenyang! (Perut Indo)

Setelah kenyang, Yan yang keesokan harinya harus balik duluan ke Indo memutuskan untuk langsung balik ke Tokyo, mengejar Shinkansen malam hari. Sementara aping yang sudah kelelahan, memutuskan untuk balik ke hotel bareng yan yang mengambil barang bagasi nya di hotel. Sedangkan saya? masih ingin membakar lemak yang dihasilkan oleh Takoyaki dan Okonomiyaki tadi dengan berjalan-jalan menyusuri Dotonbori. Jadilah saya berkeliling tiap sudut kawasan yang ga pernah mati malam itu.

IMG_2810

Salah satu hal wajib buat turis untuk dilakukan disini adalah berfoto dengan background papan reklame perusahaan permen Glico yang menampilkan gambar seorang pelari dengan kepalan tangan keatas tersenyum penuh kemenangan saat melintasi garis finish, entah bagaimana awal mulanya nya, pria ini akhirnya menjadi icon di Osaka. Semua turis tak sabar untuk mengabadikan moment dengan nya.

IMG_2801

Glico-Man awalnya dipajang pada tahun 1935. Plank ini memiliki tema yang berubah-ubah sesuai dengan acara apa yang lagi happening. Glico Man pun sekarang sudah semakin modern, bereinkarnasi menjadi Lampu LED. Konon, ketenarannya mulai mengalahkan Pepsi-Man, P-Man, Running Man maupun Pororo.

IMG_3621
The perfect selfie is a half selfie

IMG_2797IMG_2798IMG_5998

Setelah itu saya mencuci mata dengan menyusuri Shinsaibashi-Suji Shopping Street, yang membentang luas dari timur ke Mido-Suji Avenue, yang merupakan pusat kawasan perbelanjaan paling terkenal di Osaka, dan menjadi salah satu simbol kota yang abadi. Menurut sejarahnya, shopping centre ini sudah mapan berdiri sejak 380 tahun yang lalu, yaitu dari zaman Edo yang disebut sebagai awal zaman modern di Jepang. Kalau kalian senang membaca Kenshin Kimura “Batosai”, kalian pasti tau tentang jaman Edo. Berbagai macam toko berbaris rapi di sepanjang kompleks memanjang beratap sepanjang 600 meter ini. Terdapat berbagai macam merek International maupun khas lokal Jepang disini. Mulai dari retail fashion ternama seperti Zara, H&M, Uniqlo, dan Adidas. Gerai Fastfood McD, Toko Jewelry, sampai yang unik seperti penjahit kimono tradisional. Tentunya yang ga boleh dilewatkan, pusat souvenir untuk oleh-oleh, dan juga ada Disney store disini. Jangan lupa mampir ke toko obat populer Matsumoto Kiyoshi. Dan tentunya pusat snack dan cafe Instagram-able kekinian yang super enak disini, seperti Pablo Cheesecake, Lobster Rolls at LUKE’S, Camden’s Blue Star Donuts, Rikuro Cheesecake, Beard Papa’s etc. Kalian bisa cek link dibawah ini untuk map dan list store lengkap apa saja yang ada disini. Shop till you drop!

Shinsaibashi-suji Shopping Center Map

IMG_6002IMG_2782.jpg

Malam yang indah untuk menghabiskan uang dan membangkitkan gemerlap jiwa. Kalimat penghibur untuk setiap orang yang sudah terlanjur menghabiskan uang untuk hal-hal yang ga berguna adalah “masa muda cuma sekali, kalo udah lansia en loe baru isa bergaya dengan sepatu Adidas or baju kece ala Zara mu, telat!” Kakek gaul ga seindah yang kamu bayangkan. Kadang keriput di wajahmu membuatmu ga matching lagi dengan celana pencil sempit dan sneakers gaul warna-warni dengan ultraboost blink-blink. Lebih baik keren sekarang daripada menyesal kemudian. Uang ada untuk diapake kan? Uang bisa dicari, tapi waktu di masa muda tak akan terganti. Selama kamu bisa bekerja keras dan menghasilkan uang lebih banyak dari yang kamu habiskan, there’s nothing wrong with spending money on what you enjoy.

“It’s all about good love, good food and good shopping in this life”

Osaka Part 1: Tersihir Keajaiban Dunia Harry Potter di Universal Studios Jepang

Jika Disneyland merupakan “The Happiest place on earth” maka Universal Studios adalah “The craziest place to ride a roller coaster muter-muter sampe mual gila!!!” Serunya Universal Studios dibandingkan Disneyland adalah bagaimana wahana permainan mereka begitu menantang, sengaja diciptakan tidak hanya untuk anak-anak saja melainkan juga special diperuntukkan bagi kita orang dewasa yang ingin merasakan kembali bahagianya menjadi anak-anak. Permainan yang memacu adrenaline dan membuat kita berteriak melepaskan semua keluh kesah, amarah dan beban yang mengendap di dada. Teriakan dari ketegangan yang bagaikan obat paling mujarab untuk mengobati segala jenis depresi.

Begitu juga dengan wahana permainan di Universal Studios Jepang. Permainan fun dengan tensi tinggi yang kami nikmati sungguh meninggalkan kesan dan sensasi yang tak terlupakan. Sangat menyenangkan melihat kembali foto-foto yang saya ambil selama perjalanan. Dari semua tema wahana permainan yang ada, no 1 priority yang ga boleh dilewatin saat berada disini adalah mengunjungi dunia sihir penuh keajaiban, say it right now “Wingardium Leviosa!” The Wizarding World of Harry Potter! Dunia yang ga bisa kalian temukan di Universal Studios Singapore

IMG_2621
Hogwarts Castle at Harry Potter World
IMG_2548
Mobil terbang Arthur Weasley, yang dikendarai anaknya, Ron Weasley bersama dengan Harry Potter. Crash and landing at Hogwarts
IMG_2563
The amazing Hogsmeade. Am i look like the asian version of Newt Scamander from Fantastic Beast?

Hogsmeade adalah nama sebuah desa di film Harry Potter yang dipenuhi oleh Wizard. Didesa ini juga dipenuhi dengan perumahan dan pertokoan unik perlengkapan alat sihir. Hogsmeade diciptakan dengan sempurna dan begitu real disini. Detail dan kreatifitas yang tiada batas dan begitu luar biasa, yang membuat kita seakan-akan berada di dunia Harry Potter yang nyata. Seperti yang kalian lihat di foto, sulit untuk mengambil poto sendirian dengan bagus disini, photobomb everywhere, dikarenakan begitu ramainya pengunjung yang memadati tempat ini. Padahal Harry Potter world ini memiliki time entry ticket system, tiket dengan batas waktu untuk tiap pengunjung. Kamu masuk berdasarkan rentang waktu di tiket yang telah ditentukan, setelah itu kamu bebas menghabiskan waktu berapa lamapun didalam, tapi setelah keluar, kamu ga boleh masuk lagi.

Sistem yang mirip orang pacaran, kalau kamu sudah memutuskan untuk keluar dari hati dan kehidupan seseorang, maka akan susah untuk masuk lagi. Seberapapun indahnya masa pacaranmu, mantan tetaplah mantan. Cinta yang tersakiti akan sulit untuk bersemi kembali, kecuali mantan mu mantan copet. Dia akan melompati pagar hatimu, lalu menyusup dan mengambil hatimu kembali. Ciaaaaaaaaaa…………

IMG_2647

Di Hogsmeade ini terdapat berbagai macam toko yang menjual segala merchandise tentang dunia Harry Potter.  Kamu bisa membeli benda-benda ajaib yang tadinya cuma bisa kamu bayangin saat membaca buku ataupun nonton filmnya. Tempat ini begitu ramai dikunjungi. Orang berjubelan untuk membeli mulai dari Magical wand tongkat sihir, sapu terbang (tentunya yang ini ga bisa terbang), syal, topi, jacket hitam ala murid-murid di Hogwarts, chocolate berbentuk kodok, permen, dan masih banyak lagi. Padahal harga yang dipatok disini tidaklah murah. Sebagai contoh, syal hitam saja seharga 500 ribu Rupiah. Yak ada harga ada rupa, their attention to detail is absolutely amazing in here. Tetapi ada baiknya kalian tidak kalap, cukup membeli satu atau dua benda saja sebagai lambang kenang-kenangan pernah berada disini. Kecuali kalian memang kaya layaknya chaebol yang merupakan cucu konglomerat dari perusahan besar wahid nan ternama, kalian bebas puas-puasin beli apapun yang kalian mau. Mungkin juga kamu akan bertabrakan dan jatuh cinta dengan jodohmu yang merupakan kalangan rakyat jelata disini. Kemudian kalian suap-suapan ice cream, bergandengan tangan dan hidup bahagia selama-lamanya. Maaf saya kebanyakan nonton film Korea.

Ada 2 atraksi utama yang ga boleh kalian lewatkan disini, Harry Potter and The Forbidden Journey Castle Ride, and The Flight of The Hippogriff Roller Coaster. Karena keterbatasan waktu kami hanya bisa mencoba salah satu atraksi, akhirnya kami memutuskan untuk mencoba atraksi yang pertama, Harry Potter and The Forbidden Journey Castle Ride. Dibandingkan dengan The flight of Hipogriff yang merupakan roller coaster outdoor, yang mirip mirip dengan roller coaster lainnya yang bisa kami naiki kapan saja. I think it’s better for us to pick the first one. Merasakan experience seru didalam Hogwarts castle yang intinya sama sama mirip permainan duduk goyang lalu mual, tapi dengan berbagai atraksi hiburan mulai dari kamu bisa melewati lukisan di Hogwarts yang bisa bergerak kaya di film, sampai ikut melawan musuh-musuh Harry potter. Disini kamu akan mengalami dan ikut membantu Harry bermain Quidditch, sampai akhirnya melawan Dementors dan musuh terbesar Harry yang super pesek, yaitu Voldermort. Wahana ini Semacam Roller Coaster dalam bentuk teknologi 4D teranyar yang membawa kita seakan ikut masuk dan berpetualang seru-seruan bareng. Kalau kalian pernah ke Universal Studios Singapore, mirip mirip dengan wahana The Mummy, cuma ini lebih nge-hitz dan animasi serta pergerakan animasi dan goyangan kursi tampak begitu real dan mengasyikkan. I rate this 5 stars out of 5. Salah satu wahana terbaik yang pernah saya cobain sepanjang hidup. It is a whole new level experience. It is absolutely worth it. If you only had one choice, i recommend  you to pick this one.

Selama disini, ada baiknya kalian membeli tiket dengan tambahan Universal Express Pass, lebih baik membayar sedikit lebih mahal dibandingkan liburan mu habis dengan antri yang terlalu lama dan melelahkan. Walaupun dengan Fast Pass pun kadang kita tetap harus antri, terutama untuk beberapa permainan yang menjadi most wanted, namun yang pasti antriannya lebih sedikit dan jauh lebih cepat dibandingkan tanpa Fast Pass. Kami membeli The standard Universal Fast Pass for 4 disini, jadi bisa ngerasain 4 must see attraction dengan waktu tunggu yang sebentar. Universal Express pass semacam investasi jiwa menuju kenyamanan agar meninggalkan sejuta kenangan menyenangkan. Mengenai detail harga tiket dengan express pass, map lokasi, dan apa aja atraksi permainan yang menarik kalian bisa click link dibawah ini:

Universal Studios Attractions, Ticket and Studio Map. Just click me

IMG_2654
Caramel Butter Beer (non alkohol) yang rasanya mirip dengan root beer cuma lebih terasa manis kental dan foamy

IMG_2660

Setelah keluar dari dunia Harry Potter, kami melanjutkan kesenangan dengan cara makan, ngemil, main, ngemil, main, mabok, nonton parade, ngemil lagi sempe bego.  Kami nyobain hampir semua permainan yang bisa kami coba sampai puas. Dan dari kesemuanya, yang paling seru dan berkesan buat kami adalah wahana Spiderman, Jaws, dan yang sudah ada di SG yaitu basah-basahan di dunia Jurassic Park.

IMG_2453.jpg
Spider-Man, Spider-Man,
Does whatever a spider can
Spins a web, any size,
Catches thieves just like flies
IMG_2524
Hello Kitty Bun with cheese and pork filling and Marshmallow Hot Chocolate with ice cream topping
IMG_2487
Eat like there’s no tomorrow
IMG_2538
Terdapat berbagai macam parade yang berbeda di tiap seasonnya. Sayang untuk dilewatkan, Selalu ada tarian dan karakter unyuu favoritmu yang bisa kalian nikmati sambil ngemil disini
IMG_2527.jpg
I’m having a Pop Corn and a Cold Beer while watching parade. It doesn’t get much better
IMG_3623
Harry Potret sipit nan tampan

Setelah puas bermain, kamipun melanjutkan perjalanan menuju station terdekat. Selama perjalanan keluar kami melihat design guitar yang sudah ga asing lagi, Whoaaaa… there is Hard Rock Cafe Osaka. Namun dikarenakan tidak ada satupun dari saya, Aping dan Yan yang gemar mengkoleksi kaos Hard Rock ataupun sekedar nyemil Burger disini, jadilah kami ga mampir kedalam, cuma asal lewat. Kami juga sempat mampir dan melihat-lihat ke dalam Jump Shop. Toko yang merupakan surga buat para pecinta anime. Kamu bisa beli kaos, aksesoris, gantungan kunci, sticker, poster, miniatur, mainan resmi dan segala sesuatu yang berbau Dragon Ball, Naruto, One Piece sampai anime populer lainnya disini. Souvenir disini resmi dan sangat eksklusif yang tidak dapat ditemukan di tempat lain. Toko ini juga menawarkan dekorasi unik, kamu bisa berfoto dengan patung mannequin Songoku lagi Kamehameha, Naruto lagi gaya Kagebunshin No Jutsu ataupun Luffy lagi nongkrong dengan senyum lebar khasnya.

IMG_2718
Hard Rock Cafe Osaka
IMG_2720
Inside Jump Shop. Surga bagi pecinta Naruto. Kagebunshin No Jutsu!
IMG_2722
Say Hello to Naruto dan Luffy!

Di dalam kereta, lagi-lagi saya berimajinasi. Jika ada satu barang ajaib di film Harry Potter yang benar-benar nyata dan ingin sekali saya miliki, tidak lain tidak bukan adalah Invisibility Cloaks atau Jubah Gaib. Jubah yang berbentuk seperti selimut, dimana saat kita memakainya, kita tidak akan terlihat oleh siapapun. Bayangkan, saya akan bisa masuk ke bioskop tanpa ketahuan, bisa masuk ke pesawat terbang secara diam-diam pergi kemana saja yang saya inginkan. Saya bisa masuk ke kamar mandi Yui Hatano tanpa terdeteksi (terlalu…..). Namun pada kenyataannya, jubah ini hanya ada di dunia fantasy belaka. Berbeda dengan jubah invisible ini, kita semua ga mau terlihat invisible, ga ada orang yang mau tak terlihat, terlupakan dan tidak dipedulikan. Bahkan kita semua menggandrungi social media karena ingin terlihat visible dimata orang lain. Upload foto makanan yang kita makan tadi siang, selfie dengan pose terkeren hasil dari ratusan jepretan pose selfie hina yang sudah ada di recycle bin. Kita semua ingin “visible” dan diperhatikan. Tak ada satupun orang di dunia ini yang ingin dilupakan, apalagi oleh orang yang mereka sayangi. Invisible semacam superpower yang tidak ingin semua orang miliki. Kita semua ingin menampilkan sisi terbaik kehidupan kita di alam maya maupun nyata, namun ada kalanya dunia tidak berjalan sesuai dengan yang kita harapkan. Kita bisa menutupi nya dengan senyuman. Namun…

Dibalik setiap senyuman dan canda tawa bahagia, akan selalu ada invisible tears, air mata tak terlihat yang sangat sulit untuk dihapus

Kyoto’s hidden beauty: Mengagumi Kemewahan Emas Kinkakuji, Kekuatan di balik Kesederhanaan Kiyomizudera, Makan Unagi “belut steroid” di Gion

IMG_6004.jpg

Gold all in my chain, gold all in my ring
Gold all in my watch
Don’t believe me just watch
Nigga, nigga, nigga
Don’t believe me, just watch
Don’t believe me, just watch

Trinidad James, All Gold Everything

Don’t believe me, just watch. Yeah, just watch that gold pavilion behind the lake. All gold everything. Keindahan nyata pancaran emas yang terbersit dibalik kalemnya danau dan pepohonan. Pantulan cermin dari air membuat nya semakin mempesona. Seakan-akan danau ini sengaja dibuat agar kuil ini bisa ngaca tiap hari, mengagumi kecantikan dan keindahan emas yang terpancar dari tubuhnya. Narsisme yang indah!

Imajinasi melayang saat melihat Golden Pavilion ini pertama kali. Di dalam angan berfantasi mengandaikan diri saya berada didalamnya sambil berenang ditumpukan uang emas layaknya Paman Gober. Bebek ter-SWAG dan terkaya dimuka bumi ini. Jika saya adalah Paman Gober, maka saya akan selfie ditengah tengah tumpukan emas itu, kemudian upload di Instagram untuk membuat teman teman saya iri…. dan semakin dengki dengan kesombongan saya yang layaknya BKB Bebek Kaya Baru.

Bagaikan pemandangan dari imajinasi kisah kerajaan di masa lalu. Warna emas yang menggambarkan simbol dari sebuah prestise, kekayaan, kemegahan, kekuatan, dan kemenangan. Kinkakuji sungguh memiliki daya tarik terindah yang tidak boleh dilewatkan. Berfoto dengan background picturesque disini wajib hukumnya saat kamu berada di Kyoto.

IMG_3145.JPG

Menurut sejarah yang saya baca di Google, pada tahun 1950 kuil ini sempat luluh lantak oleh seorang biksu gila kelainan jiwa yang berusaha bunuh diri dengan membakar seluruh pavilion ini. Namun entah mengapa, pavilion ini hangus tapi biksu ini selamat, ga jadi mati. Mungkin juga karena dia ga bener-bener niat bunuh diri atau dia gila tapi tetep takut mati. Dan karena ulahnya ini akhirnya dia malah masuk jeruji besi selama 7 tahun. Namun dibebaskan 5 tahun kemudian, karena dia terbukti menderita penyakit persecution complexand schizophreni, intinya dia fix GILA, gila beneran bukan boongan. Sayangnya nasib berkata lain, 2 tahun kemudian, dia meninggal karena penyakit lain, yaitu Tuberculosis. Nilai yang dapat dipetik adalah, jika kamu melakukan sebuah kesalahan besar, misal kamu lupa ada janjian kencan dengan gebetan, pura-puralah gila, maka kamu akan dimaafkan.

Saat saya menulis ini, saya sempat shock membaca berita tentang meninggalnya vokalis band ternama Linkin Park, Chester Bennington. Membunuh diri sendiri dengan cara gantung diri disaat kekayaan dan ketenaran ada dalam genggaman, sungguh merupakan sesuatu yang tak masuk diakal dan diluar batas logika saya. Ternyata semua hal yang saya impikan tersebut, tidak otomatis membuat seseorang untuk bahagia. Mungkin memiliki uang yang tak terbatas dikenal semua orang di seluruh dunia, dirubungi fans dan digilai gadis sexy cuma bisa memuaskan jiwamu sesaat. Apa mungkin semua itu hanya memberikan kenyamanan sementara namun tidak bisa membeli kebahagiaan sesungguhnya? Sebuah tanda tanya besar benak saya, sampai-sampai Chester yang masih berumur 41 tahun ini dengan konyolnya menghabisi nyawanya sendiri seperti itu. Kenikmatan dunia yang dimilikinya seakan tak terlihat, dikalahkan oleh depresi, tekanan, alkohol, dan drugs. Namun kita tak bisa menjudge kehidupan seseorang, kita ga tau yang dia alami, dan kita ga tau apa yang dia rasakan saat nekat mengakhiri hidupnya. Menurut suicide.org tercatat satu orang bunuh diri setiap 40 detik di dunia. Bunuh diri akan depresi merupakan sesuatu yang misterius. Jika Kurt Cobain, Robin Williams, Chris Cornell, dan Chester yang notabene hidupnya seakan mempunyai segalanya di dunia ini bisa mengalaminya, berarti depresi memang tidak bisa disepelekan. It’s a silent killer! Yang pasti kita telah kehilangan seorang musisi besar, rap rocker superstar, yang musiknya ikut menginspirasi masa remaja saya.

“I tried so hard, and got so far, but in the end, it doesn’t even matter” – Linkin Park

Back to the history. Setelah kejadian itu, bangunan ini kembali dibangun sesuai dengan design aslinya, dengan upgrade emas di dua lantai atas bangunannya yang menjadikannya terlihat sparkling eksklusif sesuai dengan kemauan pemiliknya terdahulu, Mr. Yoshimitsu. Dan hasilnya adalah seperti yang saya lihat sekarang ini, Wow, just Wow! Bayangkan jika ini dibangun di negara kita, mungkin lapisan emasnya sudah habis digerogoti oleh para preman dengan cara dicongkel lalu dikiloin.

IMG_6025
Tiket masuk menuju kuil emas Kinkakuji, yang merupakan salah satu dari 17 lokasi monumen bersejarah Situs Warisan Dunia Kyoto masa lampau
IMG_6029
Lapisan emas bersinar cerah memantulkan sinar matahari. Shining like a gold. Real Gold!
IMG_6013
Di bagian paling atas paviliun ada patung burung Phoenix yang juga dilapisi emas murni
IMG_6008.jpg
Setelah itu tak banyak yang bisa dilakukan disini selain mengagumi danau dan keindahan alam dan bangunan di sekitar kuil

Tanpa terasa matahari mulai terbenam, dari satu kuil kami menuju ke kuil lainnya. Kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju ke Kiyomizu-dera, yang dalam bahasa Indonesia berarti Kuil Air Suci. Kuil yang termasuk warisan budaya UNESCO dan merupakan salah satu kuil paling famous di seluruh Jepang tidak cuma Kyoto. Lokasinya yang terletak diatas bukit, membuat kami melakukan perjalanan menanjak yang sedikit menguras energi, namun semua itu menjadi tak terasa karena selama perjalanan keatas, kanan kiri kita disuguhi dengan pertokoan yang menjual berbagai macam pernak-pernik dan makanan. Selain itu pepohonan rindang dan pemandangan rumah-rumah bangunan khas tradisional Jepang yang cantik menawan membuat perjalanan menuju ke kuil ini menjadi begitu cepat. Kami juga sempet berhenti sejenak buat nyobain Ice Cream Green Tea, dan semacam roti cream puff mirip Beard Papa’s yang didalem nya berisi creme green tea lembut, yumz… mamamia lezatos!

IMG_2314

IMG_2280
Post card view of Kiyomizu Dera.

Kiyomizu-dera terkenal dengan panggung yang seluruhnya terbuat dari kayu yang sedikit menonjol keluar dari aula utamanya, semacam berada di tepi jurang. Berdiri setinggi 13 meter di atas lereng bukit. Aula utama yang berdiri bersama dengan panggung kayu ini semuanya dibangun tanpa menggunakan paku sepeser pun! Mereka memiliki teknik arsitektur maha tinggi, yang membuat kayu tersebut terpatri rapi, kuat dan kokoh menopang dalam segala cuaca. Masterpiece-nya orang Jepang memang sungguh detail dan luar biasa!

Kalau diibaratkan dengan hati, there is no time for galau. Hati yang bersinergi dengan logika, kuat menopang di segala situasi dan kondisi. Seberapa beratpun beban jiwamu, beban hatimu yang tersakiti karena cintaaah…. tak kan jadi masalah. Tsaaahhhhh…

Panggung ini menawarkan pemandangan indah dari banyak pohon cherry dan maple di sekitar kuil, yang sayangnya tidak terlalu terlihat oleh kita karena datang sudah telat malam. Yang pasti kalo ini siang hari, pastinya warna-warni dedaunan saat musim gugur akan terlihat begitu cantik nan menawan. Selain itu dari atas sini kita juga bisa melihat panorama kota Kyoto. 

IMG_2284
Rentik hujan dan dingin nya malam tak menghalangi ku untuk berpose model ala Andy Lau

IMG_2302

img_2257.jpg
Yan berpose dengan gadis gadis unyuu nyimu nyimu berkimono. Untungnya dia ga nyasar masuk kedalam kimono.
IMG_2318
Senandu remang-remang yang indah di Gion, Kyoto

Dengan wajah lelah kedinginan dan kelaparan, kami menuju ke Gion untuk mencari sesuap belut. Yak, belut! yang dalam bahasa Jepangnya berarti Unagi, sejenis belut eksklusif dari kalangan menengah ke atas, belut yang berada di kasta berbeda dengan belut-belut lainnya. Mendaratlah kita secara random di tempat makan pinggir Gion yang menjual belut panggang. Dan kita ga salah memilih tempat, Unagi disini terasa begituuuu lezat! mungkin juga karena didukung dengan hujan yang dingin dan rasa lelah dengan perut kosong dari seringnya berjalan kaki selama di Kyoto. Tingkat bakaran dagingnya pas, ga kematengan sehingga ga ngilangin rasa lembut dagingnya. Buat yang belum pernah nyobain dan bertanya gimana si rasa belut? rasa dan tekstur dagingnya mirip sekali dengan ikan. Bedanya dia sedikit lebih tebal dan kenyal. Unagi memiliki body yang besar dibanding belut lainnya, belut air tawar Jepang ini mungkin sering fitness dan minum pil steroid (jangan dibayangin) sehingga daging otot mereka begitu tebal. Ditambah dengan kandungan gizi tinggi unagi yang kaya akan vitamin E dan A, protein, dan kalsium, membuat energi dan mood kami kembali cerah. Selain itu, Unagi dipercaya meningkatkan stamina pria dewasa. Konon katanya bisa membuat pria semakin gesit, lincah dan tahan lama. Superrrr sekali saudara saudara!

IMG_2328
Belut fitness yang terlihat begitu sexy nan menggiurkan

Dengan perut kenyang, senyum senang, kaki telentang, kami akhirnya duduk didalam kursi nyaman Shinkansen. Setelah sebelumnya sempat mengitari indah nya malam di Gion sejenak, menikmati remang-remang lampu disekitar jalan, suasana kalem di Kyoto yang unik membuat kami begitu nyaman. Kemudian sempat terpukau melihat Geisha lewat, wanita bermake up tebal yang begitu eksotis. Sayangnya kami ga sempet berfoto. Kalian harus nonton film Memoirs of Geisha sebelum ke Kyoto. Supaya bisa lebih menghayati kehidupan para Geisha di masa lalu. Zhang Zi Yi berperan begitu apik di film ini. Dengan background ditambah cerita dari film yang akan kalian lihat dengan mata kepala sendiri, banyak pengalaman baru dengan kisah di tiap sudut tempat ini yang tertanam di memory. Rasa lelah yang tak tergantikan dan tak terlupakan. Life is too short, time sure flies not driving. Saat menulis ini saya masih termenung dengan meninggalnya Chester. Dia meninggalkan 6 anak dan seorang istri ditengah gemerlap nya dunia superstar. Tenggelam dalam kegelapan.

Success, Fame, Wealth, even Family and Love. Nothing matters if you’re not happy.
So, just be happy. Kill the pain and not your life.
IMG_2338
Dan malam itu juga, kami melaju cepat dengan si Shinkan menuju Osaka

 

Menjelajahi Hakone: Makan telur Awet Muda di Owakudani. Berlayar ala One Piece di Lake Ashi. Berendam Wine dan Kopi di Yunessun Hot Spring

Sebuah telur ajaib yang bisa membuat siapa saja yang memakan nya bertambah perkasa dan awet muda. Kulit mu yang mulai kendur, mendadak kenyal dan kembali kencang. Stamina-mu bangkit, aura mu kembali cerah terpancar layaknya pria dalam iklan klinik Tong Seng. Begitulah pengalaman pertama saya saat memakan telur ajaib di Owakudani, dan tentu saja ungkapan saya diatas sedikit berlebihan. Telur ini merupakan hasil dari rebusan sumber air panas alami aktifitas gunung berapi di Hakone, Jepang. Jika kamu makan satu saja telur ini, kamu akan panjang umur. Konon kabarnya umur hidup mu akan bertambah 7 tahun lebih lama. Jika kamu makan 2 telur, umur mu akan bertambah 14 tahun. Jika kamu makan minimal 10 telur, kamu akan bisulan.

Dan tentu saja hal semacam ini merupakan nilai tambah dari sebuah tempat wisata yang memberikan daya tarik tersendiri. Entah ini kisah nyata, ataupun hanya sekedar marketing strategy, hal seperti ini menjadi bahan cerita yang asyik untuk dirumpikan dengan keluarga saat tiba di rumah.

IMG_3021

Telur ini bernama Kuro-tamago alias telur hitam. Warna kulitnya yang hitam pekat, membuat telur ini berbeda kasta dibandingkan telur-telur kelas menengah kebawah lainnya. Hal pertama yang saya rasakan ketika mengupas dan hendak mengemut telur ini adalah bau sulphur belerang yang sangat pekat. Sejenis bau yang seperti nya ga asing di indra penciuman saya. Yak benar, bau nya mirip seperti bau kentut! namun dalam bentuk yang lebih harum. Seperti kebahagiaan dari rasa mencium bau kentut sendiri. Dari segi rasa yang saya cicip, hampir tak ada yang berbeda dibandingkan dengan telur pada umumnya. Putih telur diluar, kuning telur didalam, tidak terbalik, dan sama saja. Tentu dengan sedikit cerita klasik dari masa lalu, membuat telur ini menjadi istimewa. The power of marketing!

IMG_1986.jpg
The famous Kuro-Tamago Black Egg

IMG_1944.jpg

Sebagian besar dari tempat yang kita lihat disini merupakan zona vulkanik aktif dimana asap sulfur, sumber air panas menyatu dengan alam dalam asap pekat yang hangat. Uap asap yang tidak ada habisnya, air sulfur yang mengeluarkan gelembung panas blub blub blub. Membuat kita terlihat seakan-akan sedang berada di neraka jahanam. Walaupun saya belum pernah ke neraka, dan tidak ingin kesana. Namun view seperti ini membuat kita merasa keren. Jadilah kita mengabadikan moment dengan berbagai pose disini. 

IMG_1978.jpg
Aping berpose dari kejauhan layaknya berada di negeri asap
IMG_1982
Tempat dimana telur-telur itu dimasak dan lahir baru dalam wujud Black SWAG

IMG_1975.jpg

IMG_1940

IMG_3020.jpg
I’m admiring the big black egg. History said whoever touch it, you will have a stronger, harder, and better sexual performance. It will boost your testosterone and make you good in bed #ngarang

Setelah puas berfoto dan jalan-jalan mengitari kawah hot spring yang terbentuk karena letusan dari gunung berapi di Hakone 3000 tahun yang lalu ini. Kamipun melanjutkan perjalanan menuju Hakone sightseeing cruise. Untuk informasi detail mengenai transportasi publik yang kami gunakan untuk menuju kesini, kalian bisa cek link dibawah ini:

Informasi transportasi di Hakone

IMG_2005.jpg

Sesampainya di Togendai, kapal ala ala Thousand Sunny Straw Hat Pirates pun sudah ready untuk berangkat mengitari Danau Ashi. Jika kalian pecinta anime One Piece tentu sudah tau tentang Thousand Sunny, kapal andalan milik bajak laut Luffy dan kawan kawan. Walaupun bentuk dari kapal cruise ini sangat berbeda dari milik Franky cs, namun dalam imajinasi yang tiada batas, mengandaikan diri saya sedang berada di Thousand Sunny yang siap berpetualang mencari harta karun One Piece, membuat saya semakin excited. Walaupun realitanya cuma berlayar muter muter disekitar danau.

Sometimes fantasy makes your reality feel better.

Di atas cruise ini merupakan salah satu spot terbaik untuk melihat Gunung Fuji. Namun, awan dan visibilitas yang buruk sering menghalangi pandangan, dan pada moment ini kami tidak beruntung karena tidak bisa melihat gunung Fuji diakibatkan oleh kabut tebal yang menyelimuti seluruh danau. Namun ketidakberuntungan selalu digantikan keberuntungan disisi lainnya, kami bisa melihat Fuji secara jelas ditempat lain, yang akan saya ceritakan di petualangan blog selanjutnya. Jadi buat kalian yang hendak kesini, rajin rajinlah liat weather forecast.

IMG_2016IMG_2045

Setelah selesai berpetualang di new world, view-nya not good yet not bad for us, mengitari danau dengan cruise merupakan sebuah pengalaman unik. Rasa lelah pun sudah terlihat dari tubuh kami, kami langsung menuju ke hotel untuk istirahat. Recommended Hostel untuk stay di sekitar Hakone adalah Hakone Tent. Lokasi yang strategis dekat dengan Gora station, disertai review yang bagus membuat kami memilih untuk tinggal disini. Dan kamipun sangat menyukai Hostel ini. Sebuah tempat penginapan dengan fasilitas dan arsitektur khas Jepang (Ryokan) yang unik dimana lantainya beralaskan tatami (sejenis tiker original Jepang) dengan pintu geser kaya di film Doraemon, membuat kita bisa ngerasain gimana rasanya jadi orang Jepang asli. Ga ada yang lebih seru dari mencoba sebuah “Experience” baru yang belum pernah kita rasain sebelumnya. Juga terdapat cozy bar dimana kamu bisa nge-beer nyemil sambil bercengkerama dan berkenalan dengan teman baru. Dan salah satu yang paling unik disini adalah Onsen bath nya. Dimana kamu bisa mandi berendam air hangat beramai-ramai. Buat yang tidak biasa mandi gondal-gandul sambil diliatin orang lain, kalian bisa mandi pagi-pagi, sehingga di tempat permandian masih sepi dan belum pada bangun. Dan setelah mandi di permandian air panas ini, saya merasakan relax dan kesegaran tiada tara layaknya bayi yang baru lahir. Fresh as heaven!

Hakone Tent Hostel Map

IMG_2052
Merasakan tidur ala orang Jepang asli. Tidur diatas kasur tiker. Pules!
IMG_2056
Beer for life!
IMG_2053
Red Wine

Setelah mandi, beberesan karena besok nya kita akan langsung pergi ke Kyoto, kamipun sempat nongki-nongki minum dan ngobrol seru di bar hostel ini. Suasana nya asik dan staff hostel-nya pun friendly abis.

After a long day, it’s so good to have a bottle of beer before sleep

Saat dewasa, kamu menyadari bahwa minum Beer or Wine sebelum tidur bikin tidur lebih nyenyak daripada segelas susu. Kecuali… susu cap nona yang langsung dari sumbernya. Dan setelah itu kamipun tertidur pulas layaknya bayi-bayi tua bahagia.

Keesokan harinya, niat untuk langsung menuju ke Kyoto saya urungkan. Tidak lain dan tidak bukan adalah karena sayang rasanya, kalo sudah berada di Hakone tapi ga nyobain salah satu spa dan tempat permandian mereka yang paling terkenal, yaitu Yunessun Kowakien. Akhirnya jadilah kami berpencar, karena permandian air panas ini melarang orang ber-tattoo untuk masuk, sementara kedua teman saya memiliki tattoo gajah dan hutan rimba ala Sinchan hingga ala David Beckham. Berbahagialah saya yang tidak memiliki tattoo, sehingga bisa mengalami gimana rasanya mandi wine di sini. Akhirnya teman saya Yan langsung menuju ke Kyoto, sementara Aping berisitirahat di hostel saja sambil onsenan. Dan kita janjian untuk bertemu dengan Yan lagi saat di Kyoto. So, here i am in the famous hot spring theme park…

IMG_2235.jpg
Yunessun Information. Price list, Business hours, Access

IMG_3042.jpg

Open air scenic bath, berendam dengan background pegunungan Hakone. Di musim gugur, berendam disini memiliki pemandangan yang amazing abis. View dari warna-warni daun pepohonan yang menutupi pegunungan bikin kita berasa di surga dunia

IMG_2145
Rodeo Mountain. Permainan prosotan yang ujungnya nyemplung di air panas, Nyesss!
IMG_2141
Kalo di negara kita ada mandi kembang, disini ada mandi Yakult. Sehat luar dalam dengan bakteri baik yang melindungi kita dari segala bakteri jahat. Ciatt!!!
IMG_2213
Green Tea bath. Baik untuk kulit dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Sekali lagi ini hanya boleh untuk berendam, jangan diminum!
IMG_3044
Drinking and Bathing at the same time

The one and only, Red Wine Bath. Salah satu yang wajib dicobain.  Mandi dan mabok secara bersamaan memang menyenangkan. Warna anggur yang cerah dan aroma anggur yang rich dan mencolok.  Menurut Yunessun, berendam disini baik untuk peremajaan kulit, konon Cleopatra suka mandi anggur kaya gini. Katanya baik untuk kecantikan kulit. Setelah berendam disini saya merasa cantik luar dalam. Yang pasti kalo dah ada didalem kolam, kalo dah relax bawaan nya ngantuk keenakan. Bener-bener bisa bikin bobo di kolam.

IMG_2090
Relax, Refresh, Recharge. It’s hot baby
IMG_2202
Mandi kopi ini memiliki efek menyegarkan, membuat relax, dan mempercantik kulit. Aroma kopi nya yang harum bikin saya merasa berada didalam secangkir Kopi panas. Nikmat tiada tara! ini baru namanya Nge-bucks

Dan masih banyak lagi pilihan kolam untuk berendam yang ga saya jabarin disini. Pengalaman berendam yang menyegarkan, semacam ada zat penyembuh yang mengangkat semua sel-sel stress di tubuh. Begitu selesai, saya langsung ke Hostel untuk menjemput Aping, dan langsung mengejar train menuju ke Kyoto. Entah mengapa kalo soal jalan-jalan semangat saya seakan tidak ada habisnya. Rasa lelah terobati begitu selesai melakukan sesuatu yang begitu menyenangkan. Dari satu petualangan kita menuju ke petualangan lainnya, mencari arti kebahagiaan menjadi seorang tourist. Sesuai dengan pribahasa Jepang dibawah ini:

遊び人暇なし – Asobi-nin hima nashi – Pleasure seekers have no free time

IMG_3043 3.jpg

 

Tokyo Part 4: Membumbui hasrat “Chicken Wing” di Hooters Shibuya. Membakar hati dengan Sake dan Yakitori di Shinjuku Omoide Yokocho

Hooters. Oh Yes, Hooters. Sebuah restaurant berlogo burung hantu bermata “belok” yang seakan mewakili mata setiap pria saat berada didalam restaurant ini.  Tak ada hal yang lebih menyenangkan buat kami selain menutup malam di Shibuya dengan ngunyah Chicken Wings, menyeruput beer sembari memandangi gadis-gadis Jepang ber-body guitar spanyol dengan dress code tank top putih dan hotpant orange super ketat. Mata saya yang tadinya makin sipit karena mulai mengantuk, berubah menjadi sebesar bola ping-pong. Persis seperti burung hantu di Logo Hooters.

Hampir semua waitress disini memiliki bentuk tubuh seperti gadis-gadis di pentas kecantikan Miss Universe. Tinggi semampai dengan bemper dan boobs yang sempurna layaknya model-model majalah dan iklan. Lalu saya menyadari dalam hati, sungguh saya telah berada di surga dunia. Dan seandainya saya berada dalam dunia anime One Piece, maka mungkin saya sudah menjadi seperti Sanji saat melihat Nami dan Robin pertama kali yang hendak menuju ke new world, “mimisan”. Tentu saja, saya dan teman-teman ga mimisan seperti di komik-komik, kami tetap berusaha cool seperti biasanya, melihat menu yang ada di meja, sesekali melihat ke hp, dan berusaha semaksimal mungkin tidak memandangi bagian tertentu dari tubuh mereka lebih dari 2 detik. Saya takut, jika lebih dari 2 detik, wajah tampan saya berubah menjadi muka pengen (mupeng), maka hancurlah image saya didepan gadis Tokyo nan aduhai ini.

IMG_2906.jpg
Mengabadikan selfie termanis dengan “Akiho”

Hooters merupakan resto yang berasal dari Amerika dengan menu andalan chicken wings, burger dan berbagai macam tipe beer ukuran kecil maupun besar. Dan seperti yang kita tahu, Hooters pun sudah membuka cabang mereka di Jakarta, yang tentu saja dengan dress code yang sedikit lebih “rapi”. Hooters menjual experience yang berbeda di tiap negara. Walaupun dengan konsep yang tak jauh berbeda, seperti saat kami makan tiba-tiba para waitress melakukan perform dengan bergoyang dan bernyanyi diiringi musik yang keras. Sembari mengajak para tamu untuk bertepuk tangan menyemarakkan suasana. Bahkan ada diantara mereka yang naik meja bar! untung nya saya ga ikut naik. Sungguh unik dan menghibur. Jika kamu ingin meneliti atau membuat makalah tentang karakteristik bentuk tubuh khas dari tiap wanita di negara berbeda, datanglah ke Hooters. Selain itu, menu makanan utama mereka yaitu Chicken Wings juga sangat enak. Kulit luarnya crispy en pedes huh hah, dagingnya lembut, en bumbu nya pas. Bumbu yang selain menggoyang lidah tetapi juga memanjakan mata pria dewasa. Apalagi ditambah dengan semangat para waitress yang memancarkan aura berenergi tinggi, enak diajak ngobrol, dan friendly menggoda ditambah dengan nilai plus-nya They can speak english very well. Membuat saya berimajinasi tingkat tinggi seakan dia layaknya seorang pacar. Hasrat kami untuk melihat gadis Jepang secara langsung tanpa tertutupi winter coat pun akhirnya tercapai. Kimochi!

Hooters Shibuya Google Maps LocationIMG_1872

Setelah keluar dari Hooters dengan wajah sumringah, saya sempat berpikir untuk langsung istirahat dan pulang ke Hostel. Namun karena Yan, salah satu teman kami cuma punya waktu 5 hari di Jepang, jadilah kami memadatkan jadwal dan menemaninya ke salah satu Piss Alley paling terkenal dan tertua di Shinjuku, yaitu “Omoide Yokocho” atau sering disebut juga Memory Lane Tokyo. Sebuah Gang sempit yang dipenuhi dengan kedai-kedai kecil dan bar tradisional dimana mereka menjual berbagai macam makanan sejenis bakar bakaran kayak barbeque, ataupun sampe yang anti mainstream buat turis kaya kita, yaitu makan gurita atau kodok idup-idup! Kalo kita si belum brani nyobain yang terlalu unique kaya gini, jijik dan kejam rasanya kalo melihat kodok dipatahin hidup-hidup didepan mata sendiri, terus langsung disantap. Tidak berkeprikodokan, Carnivore to the max!

IMG_1887
Memory Lane Shinjuku, pintu gerbang menuju surga bebakaran

Memory lane merupakan tempat favorit bagi warga lokal untuk berkumpul ataupun sekedar nongkrong. Terlihat dari pakaian mereka yang masi memakai jas hitam sehabis pulang kerja, berkumpul ramai ramai sambil menenggak bir dan menyantap daging. Sebuah pemandangan yang kadang sering kita lihat di film-film ala Jepang ataupun Korea. Pulang kerja, makan dan minum-minum lalu bobo kayanya sudah jadi budaya dan kebiasaan yang melekat bagi warga disini. Sedangkan kebiasaan sehari-hari saya di Indo, tutup toko, mandi, tergeletak lemah di ranjang (Engkoh-engkoh sejati).

Memory Lane Omoide Yokocho Google Maps Location

Dan tentu saja tujuan kita kesini tak lain dan tak bukan adalah untuk mencicipi Sake dan Yakitori! Yakitori adalah sate khas dari Jepang yang umumnya menggunakan daging ayam, babi, bakso ikan ataupun beef. Potongan daging, kulit, hati, empela dan sedikit sayuran dipotong kecil ukuran one bite, ditusuk dengan tusukan bambu, lalu dibakar dengan api arang  sambil dikipasin. Te sateee…. yak mirip sama sate padang dinegara kita. Bedanya ga pake bumbu kacang ataupun curry. Sedangkan Sake merupakan minuman alkohol khas Jepang yang merupakan fermentasi beras mirip mirip dengan Soju. Seperti biasa kami selalu men-share dan berbagi soal makanan, biar ga kekenyangan, sekaligus menghemat kantong.

Prinsip patungan dalam Traveling bersama kanca-kanca kentel merupakan seni kenikmatan tersendiri.

Bisa nyobain semua makanan lokal tanpa harus keluar duit lebih banyak dibandingin kalo sendiri merupakan salah satu kelebihan dari traveling bareng temen, beban di dompet dan kebahagiaan kupu-kupu diperut ditanggung bersama.

IMG_1888.jpg

Yup, sesuai dengan ekspektasi, rasanya ga mengecewakan. Daging hasil bakarannya pas enak en juicy abis, jadi ga kematengan yang biasanya ngilangin rasa original juicy dagingnya. Ditambah sambil nyeruput sake panas, slurrrrppp… campur jadi satu dimulut, enak sampe ke ubun-ubun. Sugoiiiiii! Abis makan ini, kita berasa jadi orang asli sini, Haik! Travel like a local.

IMG_2994.jpgMengkombinasikan cinta akan jalan-jalan dan nyicip makanan lokal itu seperti mesin waktu yang real. Foto makanan yang kamu santap mengingatkan kembali aroma dari daging yang dibakar, seperti teleport yang mengembalikan mu sekejap mata ke moment kamu ngunyah sampe klimaks. Membakar hati dari segala gundah, membumbui hasrat duniawi kita layaknya surga. Great food is worth the price! Tanpa kita sadari, nyobain makanan udah jadi bagian paling menyenangkan dalam traveling.

That’s why you shoud travel for food, just like us. And of course, a great food with a sexy girl, it makes the moment deliciously delightful!

Tokyo part 3: Terpana dan Terharu di Shibuya. Tenggelam dalam Ichiran Ramen, Terbuai dengan Pablo Cheesecake

Hal pertama yang kami lakukan begitu menginjakkan kaki keluar dari stasiun Shibuya adalah mencari jejak Hachiko. Salah satu anjing yang ketenaran nya melebihi manusia seperti saya. Hachiko memiliki buku biografi sendiri, film special yang didedikasikan untuk kehidupannya, sampai fans dari kawanan anjing anjing betina berbulu lebat yang menggandrungi nya. Sayang nya hachiko terlambat tenar, dia tenar setelah dia meninggal. Jadi dia belum sempat menikmati ketenaran nya di dunia ini. Miris.

Hachiko mewakili hampir semua perasaan anjing di dunia; yaitu sebagai Human’s best friend. Faktanya adalah anjing memiliki memory jangka panjang, mereka tidak akan melupakan apa yang telah kamu perbuat kepadanya. Bagaimana kamu merawat dan memberi dia makan, bagaimana kamu bermain bola dengan nya, bagaimana kamu mengajari dia untuk shake hand, They will remember every detail. Begitu pula dengan Hachiko, dia mengingat semua kasih sayang yang Richard Gere perbuat kepadanya. Maksud saya adalah Hidesaburo Ueno, nama pemilik Hachiko sesungguhnya, Richard Gere cuma aktor yang memerankan Hidesaburo versi Hollywood di film.

Dari buku ataupun film nya kita bisa lihat bagaimana Hachi bisa begitu terikat dan menyayangi Master-nya. Hachi juga pintar, dia bisa menghafal jalan menuju ke stasiun, tempat dimana dia selalu menunggu masternya pulang kerja. Dan begitu melihat master-nya keluar dari balik pintu, Hachi langsung berlari dan menyambut dengan penuh suka cita. Buntut bergoyang-goyang tanpa henti menjadi salah satu ciri khas anjing yang bahagia saat melihat tuannya. Namun pada suatu ketika, seberapa lama pun Hachi menunggu, dia tidak juga bertemu dengan tuan kesayangannya. Hachi tidak menyadari bahwa Master nya telah meninggal karena cerebral hemorrhage (sejenis pendarahan di otak). Meskipun semua orang disana berusaha memberi tahu Hachi bahwa Masternya telah tiada, Hachi tetap menunggu setiap hari di stasiun itu. Hari demi hari, musim berganti musim, Hachi tak beranjak. Dengan setia dia menunggu kepulangan tuannya. Sampai 9 tahun kemudian, sampai pada akhirnya tubuhnya ga sanggup menunggu lagi, Hachi meninggal sendirian diantara tumpukan salju. Sungguh kesetiaan yang tiada tara. Kesetiaan bodoh diatas semua logika, kesetiaan murni yang mengajarkan kita untuk tidak melupakan orang yang kita sayangi.

IMG_2757.jpg
Hachiko menunggu tuannya yang ga pulang pulang. Sementara fakir asmara disebelahnya menunggu belahan jiwa yang tak kunjung datang

Sebagai penghargaan atas kesetiaannya yang abadi, maka didirikanlah patung perunggu Hachiko. Lokasinya persis dimana hachi selalu menunggu manusia favorit-nya pulang. Dan tibalah saatnya kita bertemu dengan Hachiko. Kamipun sabar mengantri demi bisa berfoto dengannya. Jika kamu sudah di Shibuya dan ga berfoto dengan nya, maka kamu akan menyesal seumur hidup. Kamu akan dikutuk menjadi manusia yang mirip “anjing”. Kamu akan dibenci oleh semua anjing diseluruh dunia (ok, kalo ini saya ngarang).

Hachiko statue menjadi salah satu titik yang selalu happening di Tokyo. Tempat ini biasanya menjadi tempat janjian orang untuk bertemu, mungkin karena lokasinya yang begitu universal. Tempat ini juga asyik jika kamu hanya ingin sekedar nongkrong dan duduk duduk santai sambil people watching, ngeliat beragam tipe manusia berlalu lalang. One of my favorite things to do in Tokyo. 

IMG_1763

IMG_1764
“Hidup-nya” Shibuya Crossing di malam hari

Setelah itu kami dibuat takjub dan terpana dengan begitu megah dan modern-nya gedung-gedung pencakar langit di Shibuya. Paduan neon lights dengan papan iklan futuristik segede gaban. TV layar tancep kualitas HD yang menempel hampir di tiap gedung. Bener-bener keren! Walaupun kita sudah ga terlalu asing karena sering liat di film-film kaya Fast and Furious Tokyo Drift, namun tetep aja saya berasa kaya Tarzan klimaks masuk kota disini. Auuoooooo….. Argghhh….

Melihat langsung dengan mata kepala sendiri ramainya lautan manusia di intersection Shibuya Cross merupakan sebuah pengalaman yang berbeda. Merasakan sendiri bagaimana menyebrang di Zebra Cross terpadat di dunia ini membuat saya merasa keren. Berasa jadi kaya orang Jepang dengan slow motion di iklan-iklan ala iPhone XXX.

Kenapa Zebra Cross Shibuya begitu ramai? karena zebra cross ini merupakan titik pertemuan jembatan penyebrangan dari 5 jalan tersibuk di Tokyo, yang kita tahu merupakan salah satu kota terpadat di dunia. Mulai dari para pekerja dengan jas hitam sehabis pulang kerja, ibu-ibu muda sexy mau shopping, remaja sekolah gaul mau pergi makan dan nongkrong, ataupun turis mancanegara tampan kaya saya, semua numplek jadi satu kaya semut.

IMG_1837.jpg
Mengabadikan momen di Shibuya Cross

Setelah sempat berfoto-foto di Shibuya cross, kami melanjutkan perjalanan menelusuri tiap sudut district yang fashionable ini. Saya dan Aping sempat membeli beberapa baju di Uniqlo dan Nge-bucks bentar di Starbucks Tsutaya untuk melemaskan kaki sembari menjadi fakir WiFi dan motretin view Shibuya cross dari atas, sementara Yan muter-muter dulu dan janjian ketemuan setelah itu di Ichiran Ramen. Saya menyempatkan diri berfoto di Shibuya cross dengan baju coat winter yang baru dibeli. Yak, demi mengabadikan moment langka yang bisa meninggalkan sejuta kenangan saat di rumah nanti.

Foto saat Traveling merupakan souvenir terbaik untuk diri sendiri. A picture is really worth a thousand words beyond any souvenirs you can buy

IMG_1851.jpg
View Shibuya Cross dari Starbucks Tsutaya

Kemudian tibalah saatnya untuk makan malam. Kami berkumpul di tempat ramen yang terkenal enak dan paling legendaris di Jepang: Ichiran Ramen! untuk exact location of Ichiran Ramen di Shibuya, kalian bisa klik link Google maps ini Ichiran Ramen Shibuya Map

IMG_1815

IMG_1816
Tonkotsu Ramen di Ichiran. Ramen dengan kaldu berbasis daging babi yang telah direbus berjam-jam menggunakan dua jenis secret method sehingga menghasilkan kaldu yang lezat.

Restoran ramen ini memang unik. Di pintu masuk, terdapat sejenis “Vending Machine” yang khusus dibuat untuk kita para customer melakukan pemesanan. Di Jepang, konsep seperti ini ternyata memang sudah lazim dan banyak ditemui. Sistem dimana orang ga perlu terlalu banyak contact dengan manusia lain, cukup tit tit tekan mesin, masukin duit, terus makan sendiri dengan khusyuk tanpa gangguan. Mungkin juga sistem kedai ini ada karena banyak nya para pekerja disini yang tidak ingin berlama-lama, cuma pingin makan, lalu pulang tanpa harus basa basi dan sebagainya, efisien!

Setelah memesan melalui mesin, kamipun akhirnya masuk ke dalam. Di dalam kedai pun terdapat sekat pembatas dimana kamu ga bisa ngeliat orang yang nganterin ramen. Namun sekat pembatas antar meja bisa dilipat, jadi jika kamu datang bersama teman kaya kita-kita ini, tetep bisa saling ngobrol satu sama lain. Salah satu hal yang saya suka disini, minum nya gratis, ada keran air dibagian meja, airnya mateng tentunya. Setelah itu di meja ada kertas request maunya ramen kita itu kaya apa. Seperti tingkat kekuatan rasa, kekentalan kaldu ramen, mau pake bawang putih berapa banyak, pake slice pork apa engga, bahkan tingkat ketebalan texture dari ramen. Ngeriii! customization ramen nya personal abis, bisa ngertiin kamu ngelebihin pacar.

Eng ing eng! Akhirnya ramen tiba dimeja makan, sruputan pertama begitu menggoda, selanjutnya saya tenggelam dalam lautan kaldu ramen. Berputar putar dalam alam fatamorgana yang begitu indah. Bener-bener nikmat tak terhingga. Saya ga tau kenapa rasanya bisa seenak itu, texture-nya sempurna, apa yang bikin bumbunya kentalnya pas rasanya bikin nagih? Saya berasa kaya Om-Om di acara icip icip di TV yang bilang Maknyus! What can i say? this ramen is excellent! Seriously, The best ramen i’ve ever had.

IMG_1783IMG_1785IMG_1786

Kemudian sebelum pulang, kita sempat mampir ke Pablo Cheese Cake. Rencana buat snack malam kalo laper pas di hostel. Saya merasakan perbedaan yang sangat mencolok dari segi rasa dengan Pablo yang baru dibuka di Jakarta. Walaupun sama sama enak, di sini kita bisa memilih tingkat level kekentalan rasa. Dan rasa cheese nya pun bener bener kentel dimulut. Nyesss… mirip dengan rasa Bake Cheese tart tapi dalam bentuk besar nya Pablo. Jadi bener-bener kerasa cheese nya en bikin kita terbuai puas. Entah mungkin yang disini ada tambahan kaya minyak babi atau gimana. Yang pasti memang bener bener enak en hot. Buat yang ngomong Pablo cheese cake overhype, screw you! You’re tasting it, wrong!

IMG_1797.jpg

Shibuya menawarkan sejuta warna. Warna-warni pelangi yang hadir merasuk kalbu dalam bentuk ramen yang lezat, cheesecake yang nikmat, dan kesederhanaan Hachi dalam gemerlap nya gedung-gedung pencakar langit penuh pesona. Sayang, sungguh sayang, jika kita hanya berdiam disatu tempat, ga kemana-mana. Sungguh. Kamu harus merasakan sendiri nikmatnya perbedaan warna pelangi tersembunyi di tiap negara yang berbeda. Seperti cahaya yang memantul dari tetesan air hujan yang menghasilkan sudut pelangi dengan warna yang berbeda untuk tiap orang. Pantulan tetesan air hujan ini menciptakan citra yang berbeda. Sehingga walaupun ada dua orang yang berdiri di tempat yang sama, pada saat yang sama, untuk melihat pelangi yang sama, beberapa inci di antara bola matamu membuat sudut pandang yang berbeda. Pada akhirnya, pelangi yang mereka lihat tetap berbeda. Tiap orang akan memiliki pelangi nya sendiri. Untuk itulah, kamu harus pergi, merasakan dan menemukan pelangimu.

There really is gold at the end of the rainbow